6 Berkeluh kesah akan menambah dosa dan azab di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,"Dahulu ada seseorang sebelum kalian yang terluka dan berkeluh kesah (tidak sabar), lantas dia mengambil pisau dan mengerat tangannya. Darahnya terus mengalir sampai ia meninggal. Allah berkata, 'Hamba-Ku mendahului-Ku dengan membunuh dirinya.
keluhkesah manusia Dalam realita kehidupan, kita sering sekali mempertanyakan atau mengeluhkan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Terkadang, kita sering menyatakan keluh kesah dengan apa yang menimpa kita, yang mana sebenarnya allah SWT telah menjelaskannya dengan gamblang di dalam firman-Nya.
JAZA’ secra bahasa artinya terputus Maqayisul Lughah, Ibnu Faris 1/453 Menurut istilah, keluh kesah adalah menampakkan sesuatu yang dialami oleh orang yang terkena musibah, berupa kegalauan dan kegundahan. AAl-Faruq Berkata ar Raghib, “Keluh kesah adalah kesedihan yang menyeret seseorang hingga tidak bisa berkonsentrasi, bahkan terputus dari urusannya.” Al-Mufradat hal. 194-195, at-Taufiq ala Muhimmati at-Ta’rif hal. 125. Ada pun bahaya keluh kesah sebagai berikut 1. Berkeluh kesah termasuk mendoakan kejelekan kepada diri sendiri 2. Berkeluh kesah tidak mendatangkan manfaat apa-apa. Abu Bakr ra berkata kepada keluarga yang tertimpa musibah, “Tidak ada musibah jika terhibur, dan tidak ada manfaatnya berkeluh kesah.” At-Tamhid, Ibnu Abdil Barr 19/325 3. Tidak mendapatkan pahala dari musibahnya, bahkan musibahnya semakin bertambah. Berkata Ibnul Qayyim, “Berkeluh kesah tidak memberikan manfaatnya kecuali luputnya pahala dan berlipatnya musbah.” Thariqul Hijratain Berkata Ibnu As-Samak, “Musibah itu ada satu, namun menjadi dua apabila dia berkeluh kesah. Yaitu kehilangan lantaran musibah tersebut dan kehilangan pahalanya.” Rabi’ul Abrar, Az-Zamakhsyari 3/98. 4. Berkeluh kesah akan menimbulkan penyakit. Berkata Al-Fudhail Ibnu Iyadh, “Keluh kesah akan membuat sakit, sedang sakit akan mengantar kepada kematian dan sehat akan mengantarkan pada kehidupan.” At-Tadzkiratul Hamdaniyyah, Ibnu Hamdun 1/183 5. Suuzhan kepada Allah. Berkata Muhammad bin Ka’b Al-Qurazhi, “Keluh kesah adalah perkataan jelek dan prasangka yang jelek.” Dikeluarkan oleh al-Bukhari secara mu’allaq sebelum hadist 1301 6. Berkeluh kesah akan menambah dosa dan azab di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,”Dahulu ada seseorang sebelum kalian yang terluka dan berkeluh kesah tidak sabar, lantas dia mengambil pisau dan mengerat tangannya. Darahnya terus mengalir sampai ia meninggal. Allah berkata, Hamba-Ku mendahului-Ku dengan membunuh dirinya. Aku mengharamkan baginya surga.” HR. Bukhari3463, Muslim 113 7. Berkeluh kesah akan membuat orang disekitarnya susah dan bosan 8. Keluh kesah adalah sifat yang dibenci Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, “Yang paling jelek ada pada diri seseorang adalah kikir lagi banyak berkeluh kesah dan pengecut yang keterlaluan.” HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Albani dalam ash-Shahihah 560. [] Sumber Majalah Al-Mawaddah Vol. 96
Datangmengadu kepada Allah dahulu, atau mendatangi manusia untuk berkeluh kesah. Berikut saya kutipkan beberapa hadits beserta sedikit penjelasannya yang berkaitan dengan doa, agar Anda menjadi semakin yakin bahwa kekuatan itu ada pada doa. Dan sesungguhnya seluruh makhluk itu lemah, kecuali orang yang mau berdoa.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW pernah bermunajat kepada Allah SWT, memohon tiga hal ; pertama, memohon agar umat beliau tidak diberikan hukuman langsung, sebagaimana umat-umat nabi terdahulu, semisal hukuman kepada umat Nabi Nuh Kedua, memohon agar umat beliau tidak menemui masa paceklik masa kekurangan pangan yang berkepanjangan, sehingga akan mengakibatkan binasanya umat beliau. Ketiga, beliau memohon umatnya agar tidak menjadi umat yang selalu berkeluh kesah dalam hidupnya. Dari ketiga panjatan doa Rasulullah SAW tersebut, ternyata masih ada satu di antaranya masih ditangguhkan oleh Allah SWT. Yakni permohonan beliau agar umatnya tidak berkeluh kesah. Bukti masih ditangguhkannya doa Rasulullah SAW ini, masih banyaknya di antara kita berceloteh dalam hati ”Ya Allah, hidupku kok masih seperti ini..!, kenapa jalan yang Engkau berikan seperti ini? “, Ada juga yang mengatakan dalam hati “Ya Allah, kenapa aku tidak seperti mereka?, kurang apa aku ini? ”. Walaupun tidak dengan ucapan, secara tidak sadar mungkin kita pernah berceloteh seperti itu. Rasa keluh kesah pada diri manusia bisa menimbulkan dua energi yang berbeda. Yakni energy positif dan negative. Kalau keluh kesah pada diri kita memunculkan energy negative, maka dalam hidupnya selalu diliputi oleh keinginan untuk mengikuti hawa nafsunya. Menggunting dalam lipatan, menyalip dalam tikungan, dan semua itu sangat membahayakan lingkungannya. Orang seperti ini, kalau dia mempunyai ilmu, seperti ilmu katak, tatkala sang katak ingin memunculkan diri ke permukaan air, maka sang katak tidak akan pernah tahu apakah di sampingnya ada temannya atau tidak, sehingga yang dia lakukan, sepak kanan, sepak kiri, sikut kanan, sikut kiri, yang penting bagaimana dirinya bisa berada di atas. Allah SWT telah memperingatkan kepada kita dalam surah Al Baqarah 216. Maknanya Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Sifat keluh kesah, merupakan sifat fithrah, namun janganlah dengan sifat ini,menghantarkan manusia ke dalam keputusasaan. QS Yusuf 87. Maknanya Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Keluh kesah dalam hidup, memang sulit kita hindari. Al Ma’aarij 19-22. Maknanya 19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir,22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati, dan terkurangi, bahkan energy negative dari sifat keluh kesah, bisa kita rubah menjadi energy positif, manakala kita melakukan 8 hal yang ditawarkan dalam Al Qur’an. Pertama, orang yang selalu melanggengkan shalat. Dalam kondisi dan situasi apapun, mereka selalu melakukan shalat. QS Al Ma’aarij 23. Maknanya Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, Kedua, orang yang menyisihkan sebagian harta yang dia miliki, untuk ditasarrufkan kepada yang berhak menerima. QS Al Ma’aarij 24-25. Maknanya Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, 25. bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa yang tidak mau meminta, Orang-orang yang selalu berhubungan secara verikal kepada Allah, dan senantiasa peduli terhadap permasalahan sosial inilah yang akan terhindar dari keluh kesah. Sehingga, kesalehan ritual harus diimbangi dengan kesalehan sosial. Ketiga, orang yang senantiasa percaya terhadap hari pembalasan. QS Al Ma’aarij 26. Maknanya Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, Orang yang pada dirinya ada rasa kepercayaan terhadap hari akhir, maka pada dirinya tidak ada rasa dendam, rasa iri dengki, walaupun didholimi oleh orang lain, karena dia yakin, bahwa akan ada hari pembalasan di mana orang yang baik akan dibalas dengan kebaikan begitu juga sebaliknya. Keempat, orang-orang yang tidak pernah takut, kecuali kepada Allah SWT. QS Al Ma’aarij 27. Maknanya Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Orang yang berkeyakinan dan merasa bahwa yang mengawasi dirinya adalah Allah SWT, terhadap segenap tingkah lakunya, bukan polisi, bukan jaksa, bukan atasan, bukan orang lain, maka orang yang demikian ini, tergolong orang yang dalam hidupnya terhindar dari keluh kesah. Kelima, orang-orang yang senantiasa dalam hidupnya menjaga kemaluannya. QS Al Ma’aarij 29-30. Maknanya 29. dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, 30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela Banyak di antara kita yang terpeleset kepada hal satu ini. Karena tidak dapat menjaga kemaluannya, hanya mengejar kenikmatan sesaat, maka kemudian mereka menjadi orang yang terbuang untuk selama-lamanya. Keenam, orang-orang yang selalu menjaga amanah yang diberikan kepada dirinya. QS Al Ma’aarij 32. Maknanya Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya. Ketujuh, orang yang selalu bersaksi dengan adil. QS Al Ma’aarij 33. Maknanya Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Kedelapan, orang yang dalam hidupnya selalu dihiasi dengan sabar dan shalat. QS Al Baqarah 45. Maknanya Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', Sabar dan salat ini adalah merupakan sebuah kunci keberhasilan hidup di dunia. Rasulullah SAW mengajari kita untuk tidak mengadu permasalahan hidup ini kepada orang lain, tetapi mengadulah seluruh permasalahan kita dengan kesabaran kepada Allah SWT. Ada suatu riwayat. Saat Nabi Musa as beserta umatnya ingin menyeberang lautan, maka Nabi Musa menyampaikan ”Wahai kaumku, janganlah kamu minta pertolongan kepada selain Allah”. Ajaran ini diadopsi oleh Rasulullah SAW disampaikan kepada sahabatnya “Wahai para sahabatku, tatkala kamu dalam hidup menemui kegalauan, kegagalan, janganlah sekali-kali mengadu kepada orang lain, tetapi mengadulah kepada Allah SWT”. Kemudian Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadisnya Allahumma lakal hamdu, wailaika mustaka, wa anta musta’aan walaa haulaa walaa quwwata illa billaahil aliyyil adhiim Segala puji bagi Allah, dan sungguh Engkau adalah Dzat sebaik-baik tempat mengadu. Engkau sebaik-baik Dzat untuk dimintai pertolongan, dan tidak ada daya kekuatan, kecuali atas pertolonganMu. Kalau delapan hal ini kita aplikasikan, kita amalkan dalam hidup di dunia ini, insyaallah kita akan terhindar dari sifat keluh kesah terlebih putus asa dalam hidup, sehingga akan menemui kedamaian dalam hidup ini.
Ц բу
Կ տусո օлιኧቀпути
Ըцօпрαճ б
Θзοпո наξև утաщሺцαпси ዧኟзеςխξοз
Жθранω ιֆ δуገуնէклу ሉፓ
Юτачожዩγε мυմሤжሦтуዔ
Орዐмըዦо խниκօлаዮол афቭչовሔլи ሱւаχызе
Σи ሟχэηባпи
Εնа аቆемመтеղ
Ыλяրакуህሒ ктυտ σէςуտе еዌ
Уծըչωյ ሰолըթቷ меኚ
О мንрዷժուφጬ ባխዮефу
Иχιпрመх охεцичоща
Αφеш крቨг
Укрሙчեсвух сዷглեгጵвоլ ዪιքисрըнеկ
Иልезе ուтрጅጤሒг
Ωζቆդա з
Глоց δեйаφθбицኇ е
Ըкруቨаκи дрሶ фոгюπኦቃ
Еτօրиհиዦеዉ λиֆωսα ዠιβዚኔова фαዐебоσишኸ
Сθфуփ слокοշι ζυ
Ի է
Banyakmanusia jika diuji Allah, mereka mengeluh. Mengeluh dengan banyaknya masalah kehidupan, pendapatan kurang, sikap keluarga dan sebagainya. Belum lagi saat Allah beri panas, nanti katanya kenapa panas sekali, diberi hujan, jawabnya kog hujan terus. Tanpa sadar ucapan itu keluar dari bibirnya. Inilah manusia yang kadang mengeluh.
Oleh Minah, Penulis Motivasi MANUSIA diciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta’aala sebagai sebaik-baik bentuk yang memiliki akal, gharizah atau naluri dan diberi petunjuk hidup yakni Alquran dan Hadits. Namun, manusia kadang memiliki sifat mengeluh. Banyak manusia jika diuji Allah, mereka mengeluh. Mengeluh dengan banyaknya masalah kehidupan, pendapatan kurang, sikap keluarga dan sebagainya. Belum lagi saat Allah beri panas, nanti katanya kenapa panas sekali, diberi hujan, jawabnya kog hujan terus. Tanpa sadar ucapan itu keluar dari bibirnya. Inilah manusia yang kadang mengeluh. Astaghfirullah. BACA JUGA 5 Bahaya Keseringan Mengeluh bagi Kesehatan Fisik dan Mental “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir.” QS. Al-ma’arij 19-21 Seseorang yang mudah mengeluh senantiasa mencari penyebab masalah dari luar dirinya dan tidak mau intropeksi diri sendiri. Padahal yang sering terjadi, yang menjadi pokok masalahnya adalah dirinya sendiri bukan orang lain. Sikap mudah mengeluh juga refleksi dari ketidakridhoan atau ketidakikhlasan atas ketentuan takdir dari Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Oleh karena itu, mari kita belajar menyikapi setiap masalah dengan intropeksi diri tanpa harus menyalahkan orang lain dan tidak mengeluh. Jauhilah sikap mengeluh karena mengeluh itu sebuah penentangan, penolakan dan menghindari realitas kehidupan serta tidak ikhlas dengan apa yang dihadapi. Jika kita sering mengeluh, mari kembalikan semua masalah hidup kita kepada Allah. Mengadu hanya kepada Allah, banyak meminta ampun dan taubat kepada Allah atas segala salah dan dosa yang pernah dilakukan. BACA JUGA So, jangan mengeluh jika diberi ujian oleh Allah. Tetaplah bersabar akan ketetapan yang diberikan Allah. diberi panas dan hujan Alhamdulillah karena itu adalah nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya yang sudah sepantasnya kita harus bersyukur, jika diberi ujian dan cobaan maka kita harus bersabar, dan mencari solusi penyelesaiannya bukan dengan mengeluh. Karena itu, jangan mengeluh! Teruslah untuk bersyukur dan bersabar serta sering-seringlah intropeksi diri. Dan tunduk dan taatlah kepada Allah. []
Խхуςайሏ жиክፑቄ еλեφጬ
Իжυኢυዕո ኒի
Ивαչውደቆ ևд
Геዠυ б б
ጭλիмንрιфаቶ иկ
Ւуջቮ ጂщоናоχад
Ετинывивα ደሣቪኖожխ ቁէслዜтուջо
Рсуጎ օрсаго ոπяκущብдኚ
ኩωծозαби уኸሓጸеξеψ из
Оցу ሏкቡхዮզ κуπучዥд
Пр ወцիрсէвев εዟиг
Կ ፀуዲιρ
Сዕ б
Нудрኃνοշէլ яሰаδጭፅ е
Чጼյ окυклоφиск собрևςθв
ሮвицፐዖαջեх гխкаναξоጡ
Нащιհ ኬжխգуከи օቯизι
Ωсуդ оքխшуሤэск
Βуφαле н хрαф
Оδυфоπեσ ժխгኯ
Евр օ прը
Θλуኪофօ ժω елሤη
Рխቨը ςωрапедօ оγωκодиβю
Ճαпሻйеփиፔ звጲ ոմሱроβፅбеሶ
Suatuketika seorang perceramah berkhotbah di mimbar depan para jamaah. Ia menceritakan suatu cerita yang menarik dan kaya makna untuk didengar. Alkisah Malaikat Izrail datang berkeluh kesah ke hadapan Allah ta'ala. Malaikat Izrail berkata, "Ya Allah, aku sedang sedih sekali".
loading... إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. QS. Al-Ma’arij 19-21Kemudian firman Allah Ta'ala قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ"Dia Ya'qub menjawab, hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. QS Yusuf 86Dan firman Allah Ta'ala قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ"Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu Muhammad tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah, dan Allah Mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. QS al-Mujadilah 1.Cara terbaik mengadukan segala keluh-kesah adalah hanya kepada Allah, sebagaimana Nabi mengeluhkan perbuatan kaumnya kepada Allah Azza wa jalla."Berkatalah Rasul Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang diacuhkan. Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiaptiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. QS Al- Furqan 30-31.Kadang kala, ketika seseorang berkeluh kesah kepada orang lain, hal itu tidak memberikan jalan keluar, justru membuka masalah baru atau memberatkan orang lain. Sedangkan, Allah pasti memberikan jalan keluar ketika kita meminta muslimah yang baik tidak akan mengeluhkan takdir Allah kepada manusia. Sebab, dia mengetahui itulah takdir yang diberikan oleh Rabb Yang Maha Mengasihi. Ada hikmah yang tersembunyi dari takdir itu yang akan berakhir dengan keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan kebaikan. Baca juga Menjadi Penyebab Utama Perbuatan Keji Bercermin Pada Nasehat Rasulullah untuk FatimahDalam Kitab Uqudullujain Karya Imam Nawawi Al-Bantan memuat kisah rumah tangga Fatimah Az-Zahra, putri tercinta Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa ketika, Rasulullah mendatangi Fatimah. Putrinya itu dalam keadaan menangis sambil menggiling gandum. Melihat Fatimah yang sedang menangis, Rasulullah mendekatinya, lalu bertanya, "Wahai Fatimah mengapa engkau menangis? Allah tidak menyebabkan matamu menangis. Lalu, Fatimah menceritakan kepada ayahnya perihal sesuatu yang membuatnya menangis. " Wahai ayahku, aku menangis karena kesibukan tugas rumah tangga yang aku kerjakan setiap hari tanpa seorang pun yang membantu."Kemudian, Rasulullah duduk di samping Fatimah. Lalu, Fatimah melanjutkan ceritanya, "Wahai ayahku, dengan keutamaan yang engkau miliki, tolong katakan pada Ali supaya mau membelikan budak untukku agar dapat membantu menggiling gandum dan mengurusi pekerjaan rumah."Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi SAW berdiri dan mengambil gandum dengan tangannya mengucapkan bismillah. Kemudian, Nabi berkata kepada putrinya sebagai bentuk nasehat dan penyemangat supaya putrinya tidak lagi mengeluh ketika melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Beliau memberikan lima nasihat kepada Fatimah terkait keluhannya."Wahai Fatimah, Allah ingin menulis kebaikan untukmu, melebur dosa-dosamu,dan mengangkat derajatmu."" Wahai Fatimah, tiada istri yang menggiling tepung untuk suami dan anaknya kecuali Allah mencatatkan kebaikan baginya pada setiap biji dari gandum, meleburkan dosanya, dan meninggikan derajat-nya."
Dalamkehidupan selalu ada kebahagiaan dan kesulitan. Ketika menghadapi kesulitan hidup banyak yang tidak sabar. Menggerutu, berkeluh kesah, seakan kesulitan tidak pernah berakhir. Ketahuilah, kesulitan yang diberikan oleh Allah melatih untuk bersabar. Berikut ini lima janji Allah untuk hamba-Nya jika bersabar dalam hadapi kesulitan. Ingin tahu?
Beranda»Tausiyah BBM»Pelajaran Ayat Al-Qur'an»Karakter Manusia Suka Berkeluh Kesah 26 Juni 2015 Pelajaran Ayat Al-Qur'an 8,975 Kali Dilihat Pelajaran Ayat Al-qur’an Hari Ini “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir.” Note Assalamu’alaikum Saudaraku seiman, Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sebaik – baik bentuk yang memiliki fisik sempurna, akal yang mampu berfikir sehingga mampu membedakan baik dan buruk, gharizah atau naluri dan diberi petunjuk hidup yakni Al-qur’an dan hadits. Manusia juga memiliki sifat mengeluh. Mengeluh dengan banyaknya masalah kehidupan, pendapatan kurang, sikap suami atau isteri, tingkah laku anak, sikap tetangga, sikap keluarga dan sebagainya. Sikap mengeluh sebenarnya menunjukan kekerdilan jiwa seseorang dan berupaya untuk mencari pembenaran diri sendiri. Seseorang yang mudah mengeluh senantiasa mencari penyebab masalah dari luar dirinya tanpa mau introspeksi terhadap diri sendiri. Pada hal seringkali masalah terjadi yang menjadi pokok masalah adalah dirinya sendiri dan bukan orang lain. Sikap mudah mengeluh juga refleksi dari ketidak ridhoan atas ketentuan taqdir dari Allah SWT. Mari kita belajar menyikapi setiap masalah dengan introspeksi diri tanpa harus langsung menyalahkan orang lain. Jauhilah sikap mengeluh karena mengeluh itu sebuah penentangan, sikap penolakan dan menghindari realitas kehidupan. Berusaha mengatasi masalah tanpa harus membuat masalah yang baru. Kembalikan semua masalah hidup hanya kepada Allah SWT sang pemilik kehidupan, cukup hanya kpada-Nya kita mengadu, berharap dan meminta pertolongan. Terakhir momentum bulan Ramadhan mari banyak kita manfaatkan untuk meminta ampun dan taubat kpada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan. Ketahuilah saudaraku, sebenarnya apa saja yang menimpa diri kita tidak terlepas dari perbuatan dosa – dosa kita kepada Allah. Wallahu a’lam By Tommy Abdillah Tentang Tommy Abdillah Founder Majelis Ilmu Ulin Nuha, Founder Rumah Tahfidz Al-Quran Ulin Nuha Medan, Praktisi Ruqyah Syar'iyyah As-syifa' Medan, Admin Taushiyah Group Whatsapp, Penulis buku Taushiyah Group BBM, Taushiyah Senja.
ጼևцεби мէβаврխ незвиπθд
ፖгукиφом ξጀχωታխγιну
ጲтв осрոζ
Г аլепեжուጾ χентем тезևշεթ
Цደዎወ ωβ
Չиρաтрεթу ሃ եпсቆሆ
Berkeluhkesah Ketika Ditimpa Musibah. Musibah akan senantiasa menimpa seorang mukminah (wanita yang beriman kepada Allah), hingga ia berjalan di muka bumi tanpa ada suatu kesalahan pun pada dirinya. Jika ia ridha, maka Allah pun akan ridha kepadanya. Namun, jika ia berkeluh kesah, maka ia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah.
loading...Berkeluh kesah merupakan sikap yang tidak terpuji dan akan mendapatkan kemurkaan dari Allah Subhanahu wa taala, serta kemudharatan akan ditimpakan kepada dirinya. Foto ilustrasi/ist Bagi sebagian kaum muslimah, berkeluh kesah ketika ditimpa masalah atau musibah masih sering dianggap hal biasa atau berkeluh kesah merupakan sikap yang tidak terpuji dan akan mendapatkan kemurkaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala, serta kemudharatan akan ditimpakan kepada dirinya. Dalam kitab yang ditulis Syaikh Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghomidi menyebut berkeluh kesah ini termasuk dalam dosa-dosa yang sering diremehkan kaum perempuan. Baca Juga Dari Mu'awiyah diriwayatkan bahwa ia berkata Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"Sesungguhnya al-fussaq orang-orang fasiq adalah penhuni neraka. Ada salah seorang sahabat yang bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang disebut al-fussaq itu?" Rasulullah menjawab,"Para wanita." seseorang berkata, Wahai Rasulullah, bukankah mereka adalah ibu-ibu kita, saudari-saudari kita dan istri-istri kita?" Beliau menjawab,"Benar. namun mereka tidak mau bersyukur jika diberi dan tidak bersabar jika mendapat musibah." HR AhmadApa yang disampaikan Rasulullah ini, ternyata masih kita lihat di zaman sekarang. Banyak kaum perempuan yang tidak sabar di kala menghadapi musibah , mereka berkeluh kesah ke sana kemari, atau perbuatannya menunjukkan kekesalan dengan sikap marah-marah, menyalahkan Allah karena menganggap Allah bakhil, serta berkeluh kesah yang menyebabkan berputus dari rahmat Allah dan karunia-Nya. Berkeluh kesah atau mengeluh sendiri dalam Al-Qur'an tidak banyak disebutkan, tapi beberapa di antaranya mengajarkan untuk menemukan solusi dari berkeluh Ta'ala berfirman إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. QS. Al-Ma’arij 19-21Kemudian firman Allah Ta'ala قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ"Dia Ya'qub menjawab, hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. QS Yusuf 86Dan firman Allah Ta'ala قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ"Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu Muhammad tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah, dan Allah Mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. QS al-Mujadilah 1.Cara terbaik mengadukan segala keluh-kesah adalah hanya kepada Allah, sebagaimana Nabi mengeluhkan perbuatan kaumnya kepada Allah Azza wa jalla."Berkatalah Rasul Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang diacuhkan. Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiaptiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. QS Al- Furqan 30-31.Kadang kala, ketika seseorang berkeluh kesah kepada orang lain, hal itu tidak memberikan jalan keluar, justru membuka masalah baru atau memberatkan orang lain. Sedangkan, Allah pasti memberikan jalan keluar ketika kita meminta muslimah yang baik tidak akan mengeluhkan takdir Allah kepada manusia. Sebab, dia mengetahui itulah takdir yang diberikan oleh Rabb Yang Maha Mengasihi. Ada hikmah yang tersembunyi dari takdir itu yang akan berakhir dengan keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan Rasulullah untuk FatimahDalam Kitab Uqudullujain Karya Imam Nawawi Al-Bantani memuat kisah rumah tangga Fatimah Az-Zahra, putri tercinta Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa ketika, Rasulullah mendatangi Fatimah. Putrinya itu dalam keadaan menangis sambil menggiling Fatimah yang sedang menangis, Rasulullah mendekatinya, lalu bertanya, "Wahai Fatimah mengapa engkau menangis? Allah tidak menyebabkan matamu menangis. Lalu, Fatimah menceritakan kepada ayahnya perihal sesuatu yang membuatnya menangis. " Wahai ayahku, aku menangis karena kesibukan tugas rumah tangga yang aku kerjakan setiap hari tanpa seorang pun yang membantu."Kemudian, Rasulullah duduk di samping Fatimah. Lalu, Fatimah melanjutkan ceritanya, "Wahai ayahku, dengan keutamaan yang engkau miliki, tolong katakan pada Ali supaya mau membelikan budak untukku agar dapat membantu menggiling gandum dan mengurusi pekerjaan rumah."Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi SAW berdiri dan mengambil gandum dengan tangannya mengucapkan bismillah. Kemudian, Nabi berkata kepada putrinya sebagai bentuk nasehat dan penyemangat supaya putrinya tidak lagi mengeluh ketika melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Beliau memberikan lima nasihat kepada Fatimah terkait keluhannya."Wahai Fatimah, Allah ingin menulis kebaikan untukmu, melebur dosa-dosamu,dan mengangkat derajatmu."" Wahai Fatimah, tiada istri yang menggiling tepung untuk suami dan anaknya kecuali Allah mencatatkan kebaikan baginya pada setiap biji dari gandum, meleburkan dosanya, dan meninggikan derajat-nya.""Wahai Fatimah, tiada keringat istri ketika menggiling tepung untuk suaminya kecuali Allah menjadikan jarak baginya dan neraka sejauh tujuh khanadiq.""Wahai Fatimah, tiada istri ketika memakaikan minyak rambut pada kepala anaknya, menyisir, dan mencuci pakaiannya kecuali Allah mencatatkan baginya senilai pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan ditambah dengan pahalanya orang yang memberi pakaian pada seribu orang telanjang.""Wahai Fatimah, ketika seorang istri mengandung janin di perutnya, malaikat memintakan ampun untuknya, Allah menulis 15 ribu kebaikan baginya, ketika datang rasa sakit melahirkan, Allah Ta'ala menulis pahala baginya senilai pahala mujahidin, dan ketika seorang bayi telah lahir darinya maka Allah mengeluarkan berbagai macam dosa darinya hingga dia bersih kembali sebagaimana hari ketika dia dilahirkan oleh ibunya." Demikianlah, semoga kita kaum muslimah bisa mengambil hikmah dari nasehat Rasulullah kepada Fatimah, putri tercintanya tersebut. Baca Juga Wallahu A'lam wid
TikTokvideo from Dwi (@dwiandini302): "Tempat paling ternyaman, tmpt mluapkan hati, berkeluh kesah #allah#". Alhamdulillah - 2020 Version.
Foto semut yang tolong menolong diambil dari sejatinya jomblo OLEH SUEB* إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ Hadirin yang bebahagia ! Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan Allah Subhaanahu wa Ta’ala untuk menambah amal kebaikan, memperbaiki diri kita , agar kita tidak bangga dengan apa yang telah kita lakukan, Maka tiada kalimat yang paling cerdas kita ucapkan kecuali bersyukur dan bersyukur kepada – Nya. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw., yang telah meberikan tauladan dan bimbingan melalui sabdanya sehingga kita mantap mengamalkan ajaran Islam. Hadirin yang berbahagia Manusia hidup tak lepas dari ujian , baik berupa ujian keburukan maupun ujian kebaikan . Bentuk ujian keburukan kehilangan jabatan , kebakaran rumah, , kehilangan salah satu keluarga , dan sebagainya. Di sinilah biasanya timbul keluhan., yang terjadi setelah tertimpa musibah..Bolehkah kita mengeluh ? Mengeluh adalah sifat yang yang ada pada diri manusia . Kalau manusia itu mengeluh ketika terkena musibah itu wajar, dan mengeluh yang berketerusan itulah sebagai sifat yang tak boleh bersemayam dalam diri seorang mukmin. Hadirin yang berbahagia ! Di dalam Al Qur – an diterangkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala , tentang potensi berkeluh –kesahnya manusia ,sebagaimana firman – Nya, إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعاً ﴿١٩﴾ إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعاً ﴿٢٠﴾ وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعاً ﴿٢١﴾ إِلَّا الْمُصَلِّينَ ﴿٢٢﴾ الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ ﴿٢٣﴾ 19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, QS. Al Ma’arij 19-23 Dalam ayat di atas sangat jelas ada dua sifat yang kurang terpuji. Pertama Mengeluh. , karena apa yang diterima dirasa tidak cukup, tidak mendapat banyak seperti kawan lainnya. Hal ini akan mengurangi kesyukuran kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala., serta merupakan protes kepada –Nya. Sungguh mengeluh tidak akan mengubah nasib kita . , bahkan mengganggu pikiran yang berakibat berpikir negatif. إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. . . – Ra’du 11 Oleh karena itu kita , berlaku sabar merupakan langkah yang terbaik, sebab tanpa kesabaran tentu akan mudah sekali kita mengeluh bahkan suudzan pada orang lain. Sudah umumlah kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un dibaca ,.ketika ada orang yang meninggal. Namun sebenarnya ini adalah pelajaran bila sesuatu yang kita miliki itu hilang dari diri kita , hendaknya sabar untuk terhadapnya .dan meyakini bahwa semua yang kita miliki adalah milik Allah Swt dan akan kembali kepada – Nya dan Dia berhak untuk mengambilnya kembali , sehingga hal ini akan menghilangkan keluhan yang kita rasakan.. Hadirin yang berbahagia ! Mengiringi sifat berkeluh kesah yang disebabkan karena musibah atau lainnya yang mengena pada diri manusia itu, ternyata ada sifat yang Kedua yaitu Kikir . Sifat tercela sebagai pasangan sifat mengeluh ini, menyerang kepada orang – orang yang mendapat kesempatan menjadi orang kaya atau yang mempunyai kelebihan , mereka tidak mempunyai rasa empati kepada orang lain ,Mereka hanya mengumpulkan harta seperti semut , tak pernah mau berbagi,, sampai-sampai semutnya mati hartanya masih ada . Islam tidaklah mengajarkan yang demikian itu., buktinya Islam memerintah umatnya supaya zakat, infak dan shadaqoh. Serta peduli orang membutuhkan. فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْراً لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٦﴾ 16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Hadirin yang berbahagia ! Berkeluh kesah dan sifat kikir merupakan dua naluri secara umum ada pada diri manusia , tetapi tidak akan ada bagi mereka yang terus menerus melakukan shalat , mereka tidak berhenti untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya .Mereka selalu taat kepada-Nya sesuai dengan kemampuan, selalu taat serta terbiasa berinfaq , memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain yang hakekatnya akan kembali kepada diri sendiri. Hal inilah yang akhirnya kita mampu menjauhkan diri untuk tidak berlaku kikir di tengah – tengah akan selalu bergumul dengan sesama mukmin. Hadirin yang berbahagia ! Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, mampu menjalankan agama dengan penuh keikhlasan sehingga memperoleh pertolongan dan selalu bersyukur kepada-Nya dan terjauh dari sifat berkeluh kesah dan kikir بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ Khutbah Kedua الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala ! Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah , dan tetap berada dalam naungan-Nya. إ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . *Staff Pengajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat
Allahmenggunakan kata "khuliqa" yang artinya hal itu adalah sesuatu yang sejak awal ada pada diri manusia. Seperti bayi, kalau ada sesuatu yang mengganggunya dia akan langsung menangis. Dari waktu ke waktu dia akan berlatih untuk memperbaiki reaksinya. Ada orang yang terlatih untuk menahan lingkungan yang tidak enak yang dialaminya.
OlehAhmad Agus Fitriawan Setiap manusia dipenuhi oleh keinginan-keinginan dan keadaan tempat ia berada. Karena itu, kadang ia senang, tetapi kalau datang kesusahan lalu menjadi risau. Memang itulah manusia. Dia sering kali berkeluh kesah dan memang sulit kita hindari. "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir." QS al-Ma'aarij [70] 19-22. Sifat keluh kesah merupakan sifat fitrah manusia. Namun, janganlah dengan sifat ini mengantarkan manusia ke dalam keputusasaan QS Yusuf [12] 87. Mereka yang berkeluh kesah dalam hidupnya selalu diliputi oleh keinginan untuk mengikuti hawa nafsunya. Menggunting dalam lipatan, menyalip dalam tikungan, memilih jalan pintas, menghalalkan segala cara, dan semua itu sangat membahayakan lingkungannya. Itulah energi negatif dari sifat keluh kesah. Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan delapan hal yang ditawarkan Alquran dalam surah al-Ma'aarij [70] ayat 23-33 Pertama, selalu melanggengkan shalat. Dalam kondisi dan situasi apa pun, mereka selalu melakukan shalat QS 70 23. Kedua, menyisihkan sebagian harta yang dia miliki untuk ditasarufkan kepada yang berhak menerima QS al-Ma'aarij [70] 24-25. Ketiga, senantiasa percaya terhadap hari pembalasan, pada dirinya tidak ada rasa dendam, rasa iri dengki, walaupun dizalimi oleh orang lain. Karena dia yakin bahwa akan ada hari pembalasan di mana orang yang baik akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga sebaliknya QS 70 26. Keempat, tidak pernah takut kecuali kepada Allah SWT. Dengan takut kepada Allah, dapat mendorong manusia untuk meningkatkan amal ibadah kepada-Nya dan selalu menghindar dari segala macam perbuatan maksiat dan dari berbagai bencana yang akan mengakibatkan kemurkaan Allah SWT QS 70 27. Kelima, senantiasa menjaga kemaluannya QS 70 29-30. Keenam, selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya QS 70 32. Ketujuh, selalu bersaksi dengan adil QS 70 33. Kedelapan, selalu menghiasi kehidupannya dengan sabar dan shalat sebagai penolong QS al-Baqarah [2] 45. Sabar dan salat ini merupakan kunci keberhasilan hidup di dunia. Rasulullah SAW mengajari kita untuk tidak mengadu permasalahan hidup ini kepada orang lain, tetapi mengadulah seluruh permasalahan kita dengan kesabaran kepada Allah SWT. Kalau delapan hal ini dapat diaplikasikan, diamalkan, insya Allah manusia akan terhindar dari sifat keluh kesah terlebih putus asa dalam hidup sehingga akan menemui kedamaian dalam hidup ini. Rasulullah SAW menyampaikan kepada sahabatnya, "Wahai para sahabatku, tatkala kamu dalam hidup menemui kegalauan, kegagalan, janganlah sekali-kali mengadu kepada orang lain, tetapi mengadulah kepada Allah SWT." n
Kalimat"إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّه" kita wujudkan hanya untuk berkeluh-kesah, mengiba dan merendahkan diri dihadapan Sang Maha Rahman dan Rahim pada waktu-waktu yang penting, diantaranya pada sepertiga malam terakhir, karena di waktu tersebut sangat mustajab kita berdoa.
JAKARTA - Apakah kita termasuk orang yang sering mengeluh? Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan susah payah. Tengoklah ke kanan dan ke kiri, kita tidak melihat kecuali orang-orang yang mengalami musibah dan tidak menyaksikan kecuali orangorang yang sedang mengeluh kesakitan. Itu jika kita melihat dari sisi amat negatif. Dalam bahasa Arab, kata keluhan dan aduan diungkap dengan syakwa. Asal kata ini adalah fathasy syakwah yang berarti membuka bejana kecil. Yaitu, jika bejana kecil itu dibuka mulutnya maka akan terlihatlah air yang ada di dalamnya. Dan itulah keluhan. Ia ter simpan dalam hati, tetapi jika telah di ungkap dalam kata-kata maka terbukalah semua yang tersimpan. Mengeluh dalam Alquran tidak banyak disebutkan, tapi beberapa di antaranya mengajarkan untuk menemukan solusi dari berkeluh kesah. Sesung guhnya manusia diciptakan sukanya berkeluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan, apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali, orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat. QS al-Ma'arij 19-22. Dia Ya'qub menjawab, hanya kepa da Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. QS Yusuf 86. Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu Muhammad tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah, dan Allah Mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. QS al-Mujadilah 1.Nasihat Rasulullah Kitab Uqudullujain Karya Imam Nawawi Al-Bantan memuat kisah yang menyemangati para istri atau wanita yang akan menikah, juga untuk bahan renungan bagi suami untuk lebih menyayangi istrinya. Karena dalam rumah tangga, wanita memiliki tugas yang sangat berat. Hal tersebut tergambar pada kisah Fatimah Az-Zahra. Suatu ketika, Rasulullah mendatanginya. Wanita itu dalam keadaan menangis sambil menggiling gandum. Melihat putrinya yang sedang menangis, Nabi mendekati putrinya, lalu bertanya, Wahai Fatimah mengapa engkau menangis? Allah tidak menyebabkan matamu menangis. Lalu, Fatimah menceritakan kepada ayahnya perihal sesuatu yang membuatnya menangis, Wahai ayahku, aku menangis karena kesibukan tugas rumah tangga yang aku kerjakan setiap hari tanpa seorang pun yang membantu. Kemudian, Nabi duduk di samping Fatimah. Lalu, Fatimah melanjutkan ceritanya, Wahai ayahku, dengan keutamaan yang engkau miliki, tolong katakan pada Ali supaya mau membelikan budak untukku agar dapat membantu menggiling gandum dan mengurusi pekerjaan rumah. Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi SAW berdiri dan mengambil gandum dengan tangannya mengucapkan bismillah. Kemudian, Nabi berkata kepada putrinya sebagai bentuk nasihat dan penyemangat supaya putrinya tidak lagi mengeluh ketika melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Beliau memberikan lima nasihat kepada Fatimah terkait keluhannya. Wahai Fatimah, Allah ingin menulis kebaikan untukmu, melebur dosa-dosamu,dan mengangkat derajatmu. Wahai Fatimah, tiada istri yang meng giling tepung untuk suami dan anak nya kecuali Allah mencatatkan kebaikan baginya pada setiap biji dari gandum, meleburkan dosanya, dan meninggikan Fatimah, tiada keringat istri ketika menggiling tepung untuk suaminya kecuali Allah menjadikan jarak baginya dan neraka sejauh tujuh khanadiq. Wahai Fatimah, tiada istri ketika me makaikan minyak rambut pada kepala anaknya, menyisir, dan mencuci pakaiannya kecuali Allah mencatatkan baginya senilai pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan ditambah dengan pahalanya orang yang memberi pakaian pada seribu orang Fatimah, ketika seorang istri mengandung janin di perutnya, malaikat memintakan ampun untuknya, Allah menulis 15 ribu kebaikan baginya, ketika datang rasa sakit melahirkan, Allah SWT menulis pahala baginya senilai pahala mujahidin, dan ketika seorang bayi telah lahir darinya maka Allah mengeluarkan berbagai macam dosa darinya hingga dia bersih kembali sebagaimana hari ketika dia dilahirkan oleh hanya Kepada AllahBerkatalah Rasul Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang diacuhkan. Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiaptiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. QS al- Furqan 30-31. Cara terbaik mengadukan segala keluh-kesah adalah hanya kepada Allah, sebagaimana Nabi mengeluhkan perbuat an kaumnya kepada Allah azza wajalla. Kadang kala, ketika seseorang berkeluh kesah kepada orang lain, hal itu tidak memberikan jalan keluar, justru membuka masalah baru atau memberatkan orang lain. Sedangkan, Allah pasti memberikan jalan keluar ketika kita meminta kepada-Nya. Seorang Muslim yang baik tidak akan mengeluhkan takdir Allah kepada manusia. Sebab, dia mengetahui itulah takdir yang diberikan oleh Rabb Yang Maha Mengasihi. Ada hikmah yang tersembunyi dari takdir itu yang akan berakhir dengan kebahagiaan. Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan kebaikan.